Sikap Luis Suarez yang menolak bersalaman dengan Patrice Evra sebelum kick-off laga Manchester United versus Liverpool akhir pekan lalu menjadi bumerang bagi Liverpool.
Diungkapkan Fabio da Silva, gestur tak mengenakkan bomber Uruguay itu adalah pemicu motivasi kuat The Red Devils merengkuh poin maksimal di Old Trafford.
Suarez sendiri dalam laga tersebut berhasil menyumbang satu gol, tapi tak mampu menghindarkan Pool dari kekalahan 2-1. Sepasang gol United diborong Wayner Rooney.
"Saya tak suka membicarakan tentang ini karena bagi saya rasisme adalah sesuatu yang seharusnya tak ada. Saya percaya kita harus memaafkan orang atas dosa mereka, dan Patrice telah melakukan itu kepada Suarez," ucap Fabio dilansir Tribalfootball.
"Di Anfield dia diejek, tetapi di Old Trafford dia menawarkan jabatan tangan. Apa yang dilakukan Suarez tak memiliki justifikasi apa pun."
"Bagi saya tidak menerima uluran tangan seseorang, apa pun, alasannya, adalah penghinaan serius. Sikap Suarez sebelum laga memberikan kami insentif lebih untuk menang melawan Liverpool."
"Sebelum laga semuanya berlangsung normal kecuali atmosfer dan rivalitas di tribun penonton, tapi setelah insiden jabatan tangan itu situasi berubah," papar saudara kembar Rafael itu.
Seperti diketahui, El Pistolero sebelumnya menerima sanksi larangan tampil delapan laga setelah didakwa melontarkan hinaan rasial kepada Evra dalam duel kedua tim di Anfield Oktober tahun lalu.
Sumber : Yahoo.com





